MOJOKERTO, majapahitpos.com – 07 Juni 2026 Kegiatan rutin Khotmil Qur’an terus berjalan dengan penuh istiqomah,tak terasa sudah 2 tahun acara tersebut terlaksana dan
Antusiasme warga Dusun Banjarsari, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, terlihat saat menghadiri Khotmil Qur’an ke-24 yang digelar di kompleks makam Eyang Tumenggung Soekarto Widjoyono,
Kegiatan yang telah berlangsung secara rutin selama dua tahun tersebut menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus mendoakan para leluhur, orang tua, guru, dan ahli kubur yang telah mendahului.
Acara yang diselenggarakan oleh Jam’iyah Rutinan Khotmil Qur’an di kompleks makam Eyang Tumenggung Soekarto Widjoyono berlangsung khidmat.
Sejak pagi hari,banyak jamaah memadati area makam untuk mengikuti rangkaian pembacaan Al-Qur’an, doa bersama, hingga tausiyah keagamaan.
Penanggung jawab kegiatan, Hadi Purwanto, S.T., S.H., M.H., menjelaskan bahwa ziarah kubur memiliki nilai penting dalam ajaran Islam. Selain mengingatkan manusia akan kehidupan akhirat, ziarah juga menjadi bentuk penghormatan kepada orang tua dan para leluhur yang telah wafat.
“Melalui kegiatan ini, kita diingatkan agar tidak melupakan asal-usul serta senantiasa mendoakan mereka yang telah mendahului kita. Ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga bagian dari ajaran agama yang mengandung banyak hikmah,” ujarnya.
Pria yang baru saja dikukuhkan sebagai advokat tersebut juga mengungkapkan rasa syukur atas keberlangsungan kegiatan Khotmil Qur’an yang kini memasuki pelaksanaan ke-24.
Menurutnya, perjalanan selama dua tahun ini merupakan hasil dari kebersamaan, kekompakan, dan komitmen para jamaah dalam menjaga semangat ibadah.
Banyak kegiatan yang diawali dengan semangat besar, namun tidak semuanya mampu bertahan.
Alhamdulillah, majelis ini masih terus berjalan berkat pertolongan Allah SWT serta kekompakan seluruh jamaah,” kata Hadi.
Ia menambahkan,
seluruh bacaan Al-Qur’an dan doa yang dipanjatkan dalam majelis tersebut dihadiahkan kepada kedua orang tua, para guru, dan leluhur yang telah berjasa mengenalkan nilai-nilai agama kepada generasi penerus.
Sementara itu, tausiyah keagamaan disampaikan oleh Ustadz Mukit. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya rasa syukur sebagai kunci bertambahnya nikmat dari Allah SWT. Menurutnya, rasa syukur tidak hanya diwujudkan kepada Allah, tetapi juga kepada sesama manusia yang telah memberikan kebaikan, terutama orang tua dan guru.
Ustadz Mukit menilai perjalanan Khotmil Qur’an yang telah memasuki tahun kedua menjadi bukti nyata pentingnya menjaga konsistensi dalam beribadah. Ia menyebut istiqomah sebagai salah satu amalan yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah SWT.
“Majelis ini bisa terus berjalan hingga dua tahun bukan semata-mata karena usaha manusia, tetapi karena pertolongan dan kehendak Allah SWT. Meskipun panitia telah menyebarkan lebih dari 150 undangan dan mempersiapkan seluruh kebutuhan acara, kehadiran jamaah tetap merupakan bentuk hidayah dari Allah,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Mukit juga mengajak seluruh jamaah untuk terus mendoakan orang tua dan guru yang telah wafat. Menurutnya, doa merupakan salah satu amal yang pahalanya terus mengalir dan menjadi bentuk penghormatan kepada mereka yang telah berjasa dalam kehidupan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk para leluhur, orang tua, guru, serta keselamatan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat.
Suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Khotmil Qur’an ke-24 yang menjadi bukti kuatnya semangat religius warga Dusun Banjarsari dalam menjaga tradisi keagamaan yang sarat makna, dan Istiqomah itu baik daripada 1000 karomah.(Sunarmi)

